Pterigium adalah kondisi mata yang cukup umum dijumpai, terutama pada orang yang sering terpapar sinar matahari langsung. Penyakit ini menyebabkan jaringan seperti sayap tumbuh di kornea mata, sehingga mengganggu penglihatan. Adakalanya, pterigium harus diatasi dengan operasi agar penglihatan kembali normal. Namun, banyak yang bertanya-tanya berapa biaya pengobatan pterigium dan berapa lama operasi pterigium berlangsung.
Biaya Pengobatan Pterigium
Biaya pengobatan pterigium cukup bervariasi, tergantung dari rumah sakit dan metode operasi yang digunakan. Biasanya, biaya operasi pterigium di rumah sakit swasta bisa mencapai jutaan rupiah. Bahkan, pada beberapa fasilitas kesehatan di kota besar, biayanya bisa lebih tinggi. Sedangkan, bagi pasien yang menggunakan BPJS, ada kemungkinan biaya operasi bisa ditanggung. Namun, hal ini perlu dikonfirmasi langsung ke pihak rumah sakit terkait.
Operasi pterigium sendiri umumnya berlangsung selama 30 menit hingga satu jam. Prosedur ini tergolong singkat, namun hasilnya sangat membantu pasien yang mengalami gangguan penglihatan. Setelah operasi, pasien biasanya harus menjalani perawatan khusus agar mata cepat pulih dan mencegah pterigium tumbuh kembali. Selama masa penyembuhan, dokter akan memberikan obat tetes mata dan menyarankan untuk menghindari paparan sinar matahari langsung.
Peran BPJS dalam Menanggung Operasi Kornea Mata
Apakah operasi kornea mata ditanggung BPJS? Faktanya, BPJS Kesehatan memang bisa menanggung biaya operasi pterigium jika prosedur tersebut memenuhi syarat dan telah dirujuk oleh dokter spesialis mata. Namun, tidak semua jenis operasi kornea otomatis ditanggung. Jadi, pasien harus memastikan prosedur medis dan rumah sakit yang dituju sudah bekerjasama dengan BPJS. Hal ini penting agar pasien tidak mengalami kendala di kemudian hari.
Kapan Pterigium Harus Dioperasi
Banyak yang bertanya apakah pterigium harus dioperasi. Jawabannya adalah tidak selalu. Pterigium yang masih kecil dan belum mengganggu penglihatan biasanya cukup diobati dengan tetes mata dan pencegahan dari paparan sinar UV. Namun, jika pterigium sudah cukup besar, menyebabkan iritasi, merah, atau bahkan menutupi pupil, operasi menjadi pilihan utama. Operasi ini juga dilakukan agar kondisi mata tidak bertambah parah dan menghindari komplikasi.
Prosedur Operasi Pterigium dan Perawatan Setelahnya
Operasi pterigium dilakukan dengan mengangkat jaringan abnormal tersebut dan menutup area yang dibersihkan menggunakan jaringan konjungtiva dari bagian mata lain. Teknik ini membantu mempercepat penyembuhan dan mengurangi kemungkinan pterigium tumbuh kembali. Setelah operasi, pasien harus rutin kontrol agar dokter bisa memantau proses penyembuhan. Kadang-kadang, pasien juga disarankan menggunakan kacamata pelindung agar mata tidak terpapar debu dan sinar matahari secara langsung.
Setiap operasi tentu memiliki risiko, termasuk operasi pterigium. Risiko yang mungkin terjadi antara lain infeksi, iritasi, hingga pterigium tumbuh kembali. Namun, manfaatnya jauh lebih besar, terutama bagi mereka yang sudah mengalami gangguan penglihatan. Selain itu, operasi juga memberikan hasil yang cepat dan membuat mata terasa lebih nyaman. Oleh karena itu, banyak dokter mata merekomendasikan operasi saat pterigium mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Peran Pencegahan untuk Menghindari Pterigium
Pencegahan adalah langkah penting agar pterigium tidak muncul atau bertambah parah. Misalnya, menggunakan kacamata hitam yang dapat menyaring sinar UV saat beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, memakai topi bertepi lebar juga membantu melindungi mata dari sinar matahari langsung. Meski pterigium bisa terjadi karena faktor genetik, kebiasaan melindungi mata dari sinar ultraviolet akan mengurangi risiko terkena penyakit ini.
Selain operasi, pengobatan pterigium bisa dilakukan dengan cara konservatif, seperti pemberian obat tetes mata dan salep yang berfungsi mengurangi iritasi dan kemerahan. Obat ini biasanya mengandung steroid ringan atau bahan yang menenangkan mata. Namun, jika pterigium sudah mengganggu penglihatan dan terus bertambah besar, metode ini hanya bersifat sementara dan operasi menjadi solusi terbaik.
Teknologi Terbaru dalam Operasi Pterigium
Seiring kemajuan teknologi medis, operasi pterigium kini menggunakan teknik yang lebih modern, seperti transplantasi konjungtiva autologus dan penggunaan lem biologis agar hasil operasi lebih optimal. Teknik terbaru ini mempercepat masa penyembuhan dan mengurangi risiko pterigium tumbuh kembali. Teknologi ini biasanya diterapkan di rumah sakit besar dengan fasilitas lengkap dan tenaga medis ahli.
Jika anda merasa gejala pterigium mulai muncul, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter spesialis mata. Dokter akan memeriksa kondisi mata dan memberikan rekomendasi pengobatan terbaik sesuai dengan tingkat keparahan pterigium. Jangan menunda pengobatan karena pterigium yang dibiarkan akan memperburuk kondisi mata dan berpotensi mengganggu penglihatan secara permanen.
FAQ
- Berapa lama masa pemulihan setelah operasi pterigium?
Masa pemulihan biasanya berlangsung sekitar 1-2 minggu dengan perawatan rutin dan kontrol ke dokter. - Apakah operasi pterigium bisa menyebabkan komplikasi serius?
Komplikasi jarang terjadi jika operasi dilakukan oleh dokter ahli dan pasien mengikuti instruksi pasca operasi. - Bisakah pterigium tumbuh kembali setelah operasi?
Ada kemungkinan pterigium tumbuh kembali, namun dengan teknik operasi terbaru risiko ini bisa diminimalkan.