Digital currency adalah mata uang yang dikelola dan disimpan secara digital. Biasanya transaksi dilakukan lewat internet menggunakan komputer atau perangkat digital. Contoh digital currency termasuk cryptocurrency, virtual currency, dan central bank digital currency (CBDC). Mata uang digital ini tidak berbentuk fisik seperti uang kertas atau koin.
Berbeda dengan uang fisik, digital currency memungkinkan transaksi cepat dan biaya lebih rendah. Misalnya, sebagian besar uang di Inggris sudah berbentuk elektronik, mencapai 79%. Virtual currency biasanya tidak diterbitkan pemerintah dan tidak dianggap sebagai alat pembayaran sah. Namun, digital currency bisa digunakan membeli barang atau layanan tertentu.
Digital currency ada dua jenis utama, yakni terpusat dan terdesentralisasi. Sistem terpusat dikelola oleh satu lembaga, seperti bank. Sedangkan sistem terdesentralisasi dijalankan oleh jaringan komputer tanpa otoritas pusat.
Sejarah dan Perkembangan Digital Currency
Konsep digital currency sudah ada sejak 1980-an. Pada 1983, David Chaum memperkenalkan ide digital cash dengan teknologi blind signatures. Tahun 1996, e-gold menjadi mata uang internet pertama yang populer. Namun, pemerintah AS menutupnya pada 2008.
Bitcoin hadir pada 2009 sebagai mata uang digital pertama berbasis blockchain. Bitcoin mengusung sistem terdesentralisasi dan bebas dari kontrol pemerintah. Setelah itu, muncul banyak cryptocurrency lain yang memanfaatkan teknologi serupa.
Seiring perkembangan teknologi, banyak negara mulai mengembangkan central bank digital currency (CBDC). CBDC diterbitkan oleh bank sentral dan memiliki nilai sama dengan uang resmi negara. Beberapa negara seperti China, Kanada, dan negara-negara Eropa sudah melakukan uji coba CBDC.
FAQ Tentang Digital Currency
Apa perbedaan digital currency dan cryptocurrency?
Digital currency adalah istilah umum untuk uang digital. Cryptocurrency adalah subjenis digital currency yang memakai teknologi kriptografi dan blockchain.
Apakah digital currency legal di Indonesia?
Saat ini, pemerintah Indonesia mengatur penggunaan digital currency khususnya untuk aset kripto, tapi uang digital dari bank sentral masih dalam tahap pengembangan.
Bagaimana keamanan transaksi digital currency?
Keamanan tergantung teknologi yang digunakan. Blockchain dan enkripsi menjadi kunci utama menjaga keamanan transaksi.